PALU, SULAWESI TENGAH – Semarak peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen umat dalam membangun peradaban melalui dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Peringatan yang mengusung semangat pembaruan dan pencerahan ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan gerakan Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dalam rangka menyemarakkan Milad ke-114 Muhammadiyah, sebuah kegiatan yang menghadirkan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 November 2026, pukul 13.00 WITA, bertempat di Masjid Baitulkhairat, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kehadiran Prof. Abdul Mu’ti diharapkan memberikan penguatan wawasan, inspirasi, serta motivasi kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat luas mengenai pentingnya memperkokoh dakwah Islam yang berkemajuan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas kontribusi umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai tokoh nasional Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan, penguatan karakter, dan pembentukan generasi unggul yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Memasuki usia ke-114 tahun, Muhammadiyah telah menempuh perjalanan panjang sebagai gerakan Islam yang berorientasi pada dakwah, tajdid (pembaruan), pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Yogyakarta, Muhammadiyah terus menunjukkan peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang berkemajuan.

Semangat Muhammadiyah tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas keagamaan, tetapi juga melalui berbagai amal usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, serta berbagai lembaga sosial menjadi bukti nyata kontribusi Muhammadiyah dalam membangun kualitas kehidupan umat dan bangsa.

Oleh karena itu, peringatan Milad ke-114 ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kembali semangat perjuangan, memperluas jangkauan dakwah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu pesan penting yang menjadi perhatian dalam momentum Milad Muhammadiyah adalah penguatan sektor pendidikan. Pendidikan merupakan instrumen utama dalam membangun peradaban, membentuk karakter, dan mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Muhammadiyah sejak awal telah menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas gerakan. Melalui sistem pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembentukan karakter, Muhammadiyah berupaya melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki kepedulian sosial.

Dalam konteks perkembangan zaman yang semakin kompleks, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen bangsa menjadi sangat penting.

Penyelenggaraan kegiatan di Masjid Baitulkhairat, Kota Palu, juga diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Sulawesi Tengah.

Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong warga Muhammadiyah, khususnya di Sulawesi Tengah, untuk semakin meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pembangunan daerah melalui dakwah yang mencerahkan, pendidikan yang berkualitas, serta gerakan sosial yang memberikan manfaat luas.

Tantangan masyarakat ke depan membutuhkan kehadiran organisasi keagamaan yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap persoalan pendidikan, kemiskinan, ketimpangan sosial, dan berbagai persoalan kemanusiaan.

Muhammadiyah diharapkan terus mengambil bagian dalam menjawab tantangan tersebut dengan mengedepankan nilai-nilai Islam yang berkemajuan, moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah hendaknya menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang organisasi ini merupakan amanah perjuangan yang harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus.

Dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus membentuk manusia yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Semangat inilah yang diharapkan semakin menguat melalui momentum Milad ke-114 Muhammadiyah di Kota Palu.

Dengan semangat Islam berkemajuan, Muhammadiyah diharapkan terus menjadi kekuatan pencerahan bagi umat dan bangsa, menghadirkan dakwah yang menyejukkan, pendidikan yang mencerdaskan, serta pengabdian sosial yang memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

(HUMAS)