PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah dan Milad ke-114 Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung di Kota Palu pada 13–15 November 2026. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bahkan mengarahkan jajaran pemerintah provinsi untuk berkoordinasi dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan guna menyukseskan agenda nasional tersebut.
Komitmen itu disampaikan Anwar Hafid saat menerima kunjungan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah di Rumah Jabatan Gubernur Siranindi, Jalan Prof. Moh. Yamin, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Ahad (18/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah dalam mematangkan persiapan pelaksanaan Tanwir. Dukungan pemerintah provinsi diharapkan dapat membantu memastikan kegiatan berjalan lancar sekaligus memberikan kesan positif bagi para peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rombongan PWM Sulawesi Tengah dipimpin Ketua PWM Amin Parakkasi, didampingi Sekretaris PWM Mulkus. Turut hadir Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Rajindra, bersama jajaran wakil rektor dan sekretaris universitas.
Dalam pertemuan itu, Anwar menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama untuk membahas berbagai aspek persiapan penyelenggaraan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah.
Bagi Sulawesi Tengah, kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional ini tidak hanya berkaitan dengan kelancaran acara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat hubungan antardaerah, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah satu momen menarik dalam pertemuan tersebut adalah penyerahan batik Tanwir kepada Gubernur Anwar Hafid oleh jajaran PWM Sulawesi Tengah.
Batik yang mengusung motif daun kelor itu menjadi representasi kearifan lokal Sulawesi Tengah yang dihadirkan dalam identitas visual kegiatan Muhammadiyah. Anwar bahkan langsung mengenakan batik tersebut sebelum mengikuti sesi foto bersama.
Gubernur mengapresiasi pemilihan motif yang mengangkat kekayaan lokal daerah. Menurutnya, penggunaan unsur budaya dan potensi khas Sulawesi Tengah dalam batik Tanwir merupakan cara untuk memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Luar biasa ini batik Tanwir karena mengangkat kearifan lokal di Sulteng,” ujar Anwar.
Apresiasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penyelenggaraan Tanwir dapat menjadi ruang untuk memadukan agenda organisasi dengan promosi budaya daerah. Melalui kegiatan ini, identitas Sulawesi Tengah diharapkan semakin dikenal oleh para peserta yang akan hadir dari berbagai penjuru Tanah Air.
Selain menyiapkan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, Anwar Hafid juga menyoroti potensi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat dari kehadiran peserta Tanwir Muhammadiyah.
Kedatangan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah diperkirakan membuka peluang peningkatan aktivitas sejumlah sektor usaha, mulai dari perhotelan dan pariwisata, transportasi, hingga usaha kuliner dan perdagangan.
Pergerakan peserta selama kegiatan berlangsung juga berpotensi memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya kebutuhan akomodasi, konsumsi, serta layanan pendukung lainnya.
Karena itu, penyelenggaraan Tanwir di Palu tidak hanya menjadi agenda penting bagi Muhammadiyah, tetapi juga peluang bagi Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada para tamu.
Dukungan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kesiapan penyelenggaraan, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan forum, tetapi turut dirasakan oleh masyarakat setempat.
Ketua PWM Sulawesi Tengah, Amin Parakkasi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Gubernur Anwar Hafid terhadap persiapan Tanwir Muhammadiyah di Palu.
Menurut Amin, keseriusan pemerintah provinsi terlihat dari langkah cepat dalam menjadwalkan rapat koordinasi bersama guna membahas kesiapan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menilai koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah, terutama untuk memastikan berbagai kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik.
Bagi PWM Sulawesi Tengah, dukungan pemerintah provinsi menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan agenda nasional Muhammadiyah yang akan menghadirkan peserta dalam jumlah besar dari berbagai daerah.
Amin juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dinilai memberikan manfaat bagi warga Muhammadiyah dan lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Salah satu program yang disorot ialah Berani Cerdas, yang mendukung akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palu.
Menurutnya, dukungan terhadap sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi. Manfaat program tersebut juga dirasakan oleh kalangan mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah.
Apresiasi itu menunjukkan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah tidak hanya terjalin dalam persiapan kegiatan berskala nasional, tetapi juga bersinggungan dengan upaya memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
Tanwir Muhammadiyah merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua dalam struktur organisasi Muhammadiyah setelah Muktamar. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pimpinan persyarikatan untuk membahas berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, serta arah gerakan organisasi dalam merespons perkembangan zaman.
Pelaksanaan Tanwir di Kota Palu pada 13–15 November 2026 dijadwalkan menjadi salah satu agenda penting Muhammadiyah, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-114 organisasi tersebut.
Pembukaan Tanwir pada 13 November 2026 direncanakan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Rencana tersebut menjadikan persiapan kegiatan semakin penting, baik dari aspek koordinasi penyelenggaraan maupun dukungan berbagai pihak yang terlibat.
Bagi Sulawesi Tengah, pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menerima agenda berskala nasional. Kehadiran pimpinan dan warga Muhammadiyah dari berbagai wilayah dapat memperkuat jejaring silaturahmi, memperluas pertukaran gagasan, serta memperkenalkan perkembangan daerah kepada masyarakat Indonesia.
Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan koordinasi bersama PWM Sulawesi Tengah, persiapan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah diharapkan dapat berjalan terarah.
Dari Sulawesi Tengah untuk Muhammadiyah, kesiapan menjadi tuan rumah bukan sekadar menyambut kedatangan peserta, melainkan juga menghadirkan ruang kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan masyarakat. Melalui momentum ini, Palu diharapkan mampu menjadi tempat berlangsungnya permusyawaratan yang produktif sekaligus memberikan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi bagi Sulawesi Tengah.
(HUMAS)
