PALU – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Tanwir sekaligus Milad ke-114 Muhammadiyah tahun 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan mengusung tema “Bersama Satukan Bangsa.” Tema ini menjadi seruan kebangsaan untuk memperkuat persatuan, merawat keberagaman, dan mendorong kemajuan Indonesia di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa.
Tema tersebut mengandung pesan penting bahwa kebersamaan dan persatuan bukan sekadar cita-cita, melainkan ikhtiar bersama yang harus terus diperjuangkan. Di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan, seluruh elemen bangsa diajak untuk membangun kesadaran kolektif demi mewujudkan Indonesia yang damai, adil, dan berkemajuan.
Semangat persatuan ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Hujurat ayat 10 dan 13. Ayat tersebut mengajarkan pentingnya persaudaraan, saling mengenal (ta’aruf), serta menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman. Nilai-nilai inilah yang menjadi landasan untuk memperkuat ukhuwah dan membangun kehidupan kebangsaan yang inklusif.
Pemilihan Kota Palu sebagai tempat penyelenggaraan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah memiliki makna strategis sekaligus simbolis. Kota ini menjadi pengingat bahwa persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai ujian serta membangun kembali kehidupan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.
Pengalaman Palu dalam menghadapi bencana menjadi bagian penting dari perjalanan membangun ketangguhan masyarakat. Dalam konteks ini, Muhammadiyah terus mengambil peran melalui berbagai upaya penanggulangan dan pemulihan bencana, sekaligus memperkuat semangat kemanusiaan, solidaritas, dan pemberdayaan masyarakat di Kota Palu dan sekitarnya.
Komitmen Muhammadiyah juga diwujudkan melalui pengembangan berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga dakwah. Kehadiran Universitas Muhammadiyah Palu dan berbagai amal usaha Muhammadiyah lainnya menjadi bukti kontribusi organisasi ini dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas manfaat bagi masyarakat.
Salah satu elemen menarik dalam identitas visual kegiatan ini adalah penggunaan daun kelor sebagai unsur utama logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Daun kelor tidak hanya merepresentasikan nilai kehidupan, ketahanan, dan kebermanfaatan, tetapi juga mencerminkan kedekatannya dengan identitas budaya serta potensi lokal Kota Palu.
Penggunaan daun kelor dalam logo tersebut menjadi simbol yang menghubungkan nilai-nilai lokal dengan cita-cita kebangsaan. Filosofi ini menyampaikan pesan bahwa kemajuan Indonesia dapat dibangun dengan menghargai kekayaan budaya daerah, memperkuat identitas lokal, dan menjadikan potensi masyarakat sebagai kekuatan bersama.
Melalui penyelenggaraan Tanwir dan Milad ke-114 ini, Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai gerakan Islam yang berkemajuan sekaligus kekuatan sosial yang berkontribusi bagi persatuan bangsa. Momentum ini juga menjadi ruang untuk memperteguh komitmen menghadirkan dakwah yang mencerahkan, pelayanan yang inklusif, serta aksi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dari Palu untuk Indonesia, pesan “Bersama Satukan Bangsa” menjadi ajakan untuk melampaui sekat-sekat perbedaan dan merawat persaudaraan dalam keberagaman. Dengan semangat ukhuwah, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama, Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah diharapkan menjadi momentum untuk bangkit bersama, memperkuat persatuan, serta mewujudkan Indonesia yang lebih tangguh, harmonis, dan berkemajuan.
(HUMAS)
