Palu – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Sulawesi Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi swasta, dosen, dan sivitas akademika di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan mutu akademik, serta memperkokoh peran perguruan tinggi swasta (PTS) sebagai motor penggerak pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. dalam kegiatan tersebut memberikan energi baru bagi pengembangan PTS di daerah. Dalam arahannya, Wamendiktisaintek menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu, inovasi, riset, dan dampak nyata bagi masyarakat.
FGD ini menjadi ruang dialog konstruktif untuk membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi perguruan tinggi swasta di era transformasi pendidikan tinggi. Mulai dari penguatan tata kelola institusi, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya dosen, hingga penguatan ekosistem riset dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Bagi dosen, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya akademik yang berbasis penelitian, publikasi ilmiah, dan inovasi. Dosen diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai ilmuwan dan agen perubahan yang mampu menghasilkan karya-karya akademik yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah.
Sementara bagi mahasiswa, penguatan yang diberikan dalam FGD ini menjadi pesan penting bahwa perguruan tinggi harus mampu menciptakan lulusan yang unggul, adaptif, berkarakter, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa didorong untuk menjadi generasi pembelajar yang inovatif dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Bagi pimpinan PTS di Sulawesi Tengah, forum ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan industri, serta mengembangkan tata kelola kampus yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Melalui FGD yang digelar APTISI Sulawesi Tengah di Unismuh Palu ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi pijakan dalam mempercepat transformasi perguruan tinggi swasta menuju institusi pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Sulawesi Tengah serta kemajuan pendidikan tinggi Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi, inovasi, dan komitmen terhadap mutu merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kuat, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, PTS di Sulawesi Tengah diharapkan semakin optimistis menghadapi tantangan masa depan dan mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan Indonesia Emas.
(HUMAS)
