Menjelang pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah II yang dijadwalkan berlangsung di Kota Palu pada November 2026, sebanyak 150 calon panitia pelaksana mengikuti kegiatan Baitul Arqam selama tiga hari, 18–20 Juni 2026, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah.
Kegiatan bertema “Menguatkan Ideologi, Profesionalitas Organisasi dan Kepemimpinan Panitia untuk Menyukseskan Tanwir Muhammadiyah 2026” tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ideologi, solidaritas, serta kapasitas kepemimpinan panitia yang akan bertugas menyukseskan agenda nasional Muhammadiyah itu.
Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, mengatakan Baitul Arqam menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat bermuhammadiyah para calon panitia, mengingat Tanwir merupakan kegiatan berskala nasional dengan jumlah peserta yang besar dan melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.5
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Tanwir tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga semangat kolektif dan kekompakan seluruh panitia.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengecas kembali semangat bermuhammadiyah bagi para calon panitia. Tanwir adalah kegiatan nasional yang membutuhkan kesiapan luar biasa. Karena itu, panitia harus memiliki semangat yang sama dan bekerja secara solid,” ujar Prof. Rajindra saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan, kepanitiaan yang kuat lahir dari kebersamaan serta komitmen seluruh anggotanya dalam menjalankan amanah organisasi. “Namanya sebuah kepanitiaan itu butuh semangat dan kekompakan untuk menyukseskan sebuah kegiatan, dan ini salah satu wadahnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, Moh. Amin Parakkasi, menyebut pelaksanaan Baitul Arqam khusus bagi calon panitia Tanwir merupakan sejarah baru bagi Muhammadiyah di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, untuk pertama kalinya penguatan kaderisasi melalui Baitul Arqam difokuskan kepada panitia pelaksana sebuah agenda nasional Muhammadiyah. “Ini merupakan sejarah penting bagi Muhammadiyah di Sulawesi Tengah karena baru pertama kali Baitul Arqam dilaksanakan secara khusus bagi calon panitia Tanwir,” ujarnya
Amin menjelaskan, peserta berasal dari berbagai latar belakang. Sebagian merupakan kader senior dan pernah menjadi instruktur Baitul Arqam, sementara sebagian lainnya baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut.
Keberagaman pengalaman itu, kata dia, menjadi modal untuk saling menguatkan sekaligus membangun kesiapan bersama dalam menyukseskan Tanwir Muhammadiyah 2026.
“Ini adalah kesempatan untuk mengecas kembali semangat kita. Harapannya, seluruh panitia dapat bekerja bersama dan menyukseskan Tanwir. Ini juga menjadi Tanwir terakhir menjelang Muktamar Muhammadiyah tahun depan,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.PA., mengatakan Baitul Arqam merupakan bagian penting dari proses pendidikan kader Muhammadiyah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membangun pemahaman ideologi organisasi, tetapi juga menumbuhkan karakter kader yang memiliki semangat bergerak cepat, profesional, dan siap menjalankan amanah persyarikatan.
“Baitul Arqam adalah proses pendidikan dan pengkaderan Muhammadiyah untuk membangun spirit gerak cepat kader. Bagi yang belum pernah mengikuti Baitul Arqam, ini menjadi ruang untuk mengenal Muhammadiyah lebih mendalam, sedangkan bagi yang sudah pernah, kegiatan ini menjadi sarana memantapkan komitmen dalam bermuhammadiyah,” jelasnya.
Sumber:https://sultengraya.com/read/214720/jelang-tanwir-2026-di-palu-calon-panitia-digembleng-melalui-baitul-arqam/
