Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendorong Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menjadi market leader atau pemimpin di bidang pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Jamhari Makruf, MA, saat membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) Unismuh Palu Tahun Anggaran 2026/2027 di Aula Rektorat Unismuh Palu, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unismuh Palu Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM bersama jajaran pimpinan universitas. Turut hadir Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah Mulkus Kisman, S.Ag., M.Pd, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Palu Dr. Indah Ahdiah, S.Sos., M.Si, serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A yang mengikuti kegiatan secara daring. 

Prof. Jamhari mengatakan, target menjadikan Unismuh Palu sebagai market leader pendidikan di Sulawesi Tengah sejalan dengan kebijakan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang mendorong seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) menjadi pilihan utama masyarakat.

Menurutnya, citra yang ingin dibangun Muhammadiyah adalah ketika masyarakat berbicara mengenai sekolah atau perguruan tinggi terbaik, maka lembaga pendidikan Muhammadiyah menjadi salah satu pilihan utama.

“Ini telah menjadi kebijakan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, tinggal bagaimana Pak Rektor menurunkan itu,” ujar Prof. Jamhari.

Ia menjelaskan, untuk menjadi pemimpin di bidang pendidikan, perguruan tinggi harus memiliki reputasi yang kuat. Reputasi tersebut dapat diukur melalui dua indikator utama, yakni capaian Akreditasi Unggul dan keberhasilan masuk dalam pemeringkatan internasional.

Karena itu, Unismuh Palu didorong mencapai Akreditasi Institusi Unggul pada 2027. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, kata Jamhari, siap memberikan pendampingan terhadap proses akreditasi institusi yang akan dihadapi Unismuh Palu.

Selain peningkatan reputasi akademik, ia juga menekankan pentingnya meningkatkan jumlah mahasiswa baru secara berkelanjutan. Menurutnya, sebagai gerakan kaderisasi, Muhammadiyah membutuhkan perguruan tinggi yang mampu melahirkan lebih banyak kader unggul.

Seluruh komponen kampus, mulai dari pimpinan, dekan, hingga dosen, diharapkan ikut mengambil peran sebagai agen promosi kampus. Ia mencontohkan sejumlah perguruan tinggi seperti Binus atau President University yang menjadikan promosi institusi sebagai bagian dari kontrak kinerja, termasuk dengan memanfaatkan media sosial.

Prof. Jamhari juga mengingatkan pentingnya investasi dan penguatan sumber daya manusia. Dosen berpendidikan magister didorong melanjutkan studi ke jenjang doktoral, sedangkan dosen bergelar doktor diharapkan meningkatkan jabatan akademik menuju Lektor Kepala dan Profesor.

Para guru besar juga diminta terus produktif menghasilkan karya ilmiah serta membuka peluang memperoleh pendanaan penelitian, termasuk dari lembaga internasional. “Bersyukur Pak Rektor telah melakukan itu dengan berinvestasi pada SDM,” katanya.

Selain itu, PTMA didorong untuk melakukan pembaruan dalam pengembangan program studi. Perguruan tinggi Muhammadiyah, menurutnya, tidak boleh hanya mempertahankan program studi konvensional yang mulai mengalami penurunan peminat.

Sebaliknya, kampus harus mampu mengembangkan program studi berorientasi masa depan atau konsep Prodi 5.0 yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. 

Sumber:https://sultengraya.com/read/218771/diktilitbang-pp-muhammadiyah-dorong-unismuh-palu-jadi-market-leader-pendidikan-sulteng/