PALU — Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh Palu) memperkuat komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui kemitraan strategis dengan PT Pegadaian Area Palu. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Prof. Dr. Rajindra, S.E., M.M., dan Deputi Bisnis Area Palu Pegadaian, Putera Aspin Rahmatullah, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palu.
Kemitraan ini menjadi langkah awal untuk mempertemukan potensi perguruan tinggi dengan pengalaman dan sumber daya Pegadaian dalam memperluas literasi, inklusi, serta pengembangan ekonomi syariah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu Prof. Dr. Rajindra, S.E., M.M. mengatakan, kerja sama tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara bersama antara perguruan tinggi dan Pegadaian.
Menurutnya, penguatan ekonomi syariah merupakan kebutuhan strategis. Hal tersebut tidak terlepas dari masih adanya kesenjangan antara besarnya jumlah penduduk Muslim di Indonesia dengan tingkat pangsa pasar keuangan syariah.
“Data OJK tahun 2024 menunjukkan pangsa pasar keuangan syariah baru sekitar 11 persen, sementara penduduk Muslim kita lebih dari 87 persen. Di sini terjadi gap yang besar,” ujar Prof. Rajindra.
Ia menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, serta masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Prof. Rajindra menegaskan bahwa Unismuh Palu memiliki tiga peran penting dalam pengembangan ekonomi syariah, yakni sebagai pusat edukasi, pusat inkubasi, dan pusat gerakan.
pembelajaran dan pemahaman ekonomi syariah di berbagai program studi. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki literasi dan kesadaran terhadap praktik ekonomi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Sementara sebagai pusat inkubasi, Unismuh Palu memiliki Halal Center dan inkubator bisnis yang selama ini berperan dalam membina serta mendampingi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Potensi tersebut, kata Prof. Rajindra, dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan Pegadaian sehingga pendampingan terhadap pelaku usaha tidak hanya berhenti pada aspek edukasi, tetapi juga dapat diarahkan pada penguatan akses pembiayaan, pengembangan produk, pemasaran, hingga peningkatan kapasitas usaha.
Adapun sebagai pusat gerakan, pengembangan ekonomi syariah di lingkungan kampus diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan kerja sama.
“Sebagai pusat gerakan, pembangunan ekonomi syariah tidak boleh berhenti di awal ini saja. Saya menginstruksikan kepada seluruh dekan untuk membuat klinik ekonomi syariah,” katanya.
Klinik ekonomi syariah tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi dan pendampingan yang lebih dekat dengan masyarakat. Di dalamnya, sivitas akademika bersama mitra dapat memberikan pemahaman mengenai ekonomi syariah, termasuk pendampingan sertifikasi halal, pengembangan usaha, serta penguatan kapasitas UMKM berbasis ekonomi syariah.
Dengan demikian, kerja sama Unismuh Palu dan Pegadaian diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi syariah yang tidak hanya tumbuh di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Deputi Bisnis Area Palu Pegadaian Putera Aspin Rahmatullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pegadaian memiliki beragam produk pembiayaan dan layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, mulai dari pembiayaan mikro, pembiayaan kendaraan bermotor, hingga produk tabungan emas.
Menurutnya, emas menjadi salah satu sektor yang saat ini terus dikembangkan Pegadaian sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem emas di Indonesia.
“Sekarang kami sedang investasi di emas. Pada 26 Februari 2025, kami diresmikan oleh Presiden Jokowi sebagai bank emas pertama di Indonesia. Salah satu tujuan kami adalah Indonesia Emas Tabungan 2045,” ujarnya.
Selain pengembangan produk emas, Pegadaian juga memiliki berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam ekosistem emas. Salah satunya adalah program “Gedor Emas” yang diluncurkan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Putera Aspin Rahmatullah mengatakan, program tersebut akan terus diperluas pelaksanaannya di Sulawesi Tengah sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
Dalam konteks kerja sama dengan Unismuh Palu, ia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan seminar, kuliah umum, atau agenda seremonial lainnya. Lebih jauh, kerja sama diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan sivitas akademika terhadap berbagai produk serta layanan Pegadaian.
Termasuk di dalamnya adalah pemanfaatan produk tabungan emas sebagai bagian dari edukasi dan literasi keuangan bagi generasi muda.
“Kerja sama ini kami harapkan tidak hanya dalam bentuk seminar dan kuliah umum, tetapi juga membuka akses mahasiswa dan sivitas akademika terhadap berbagai produk Pegadaian, termasuk tabungan emas,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Unismuh Palu dan Pegadaian tersebut pada akhirnya menjadi titik temu antara pendidikan, kewirausahaan, literasi keuangan, dan penguatan ekonomi syariah.
Perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual, jaringan akademik, serta peran strategis dalam mencetak generasi muda. Sementara Pegadaian memiliki pengalaman dalam layanan keuangan, pembiayaan, pengembangan ekosistem emas, serta pemberdayaan masyarakat.
Jika potensi tersebut dikelola melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kemitraan ini tidak hanya menghasilkan program kerja sama di atas kertas, tetapi dapat menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang lebih melek keuangan, produktif, mandiri, dan memiliki pemahaman yang kuat terhadap prinsip-prinsip ekonomi syariah.
Melalui penguatan edukasi, inkubasi usaha, pendampingan UMKM, sertifikasi halal, hingga perluasan akses terhadap produk keuangan, Unismuh Palu dan Pegadaian diharapkan mampu mengambil bagian dalam memperkecil kesenjangan antara potensi besar masyarakat Muslim Indonesia dengan pemanfaatan layanan keuangan syariah.
Kerja sama ini pun menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan kampus bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi, pemberdayaan, dan gerakan ekonomi masyarakat.
(HUMAS)
