Palu, 12 Mei 2026 — Universitas Muhammadiyah Palu kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya inovasi dan perlindungan hasil karya akademik melalui kehadiran pimpinan universitas pada kegiatan strategis bidang kekayaan intelektual yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah di Hotel Best Western Coco Kota Palu, Selasa (12/5).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem kekayaan intelektual di Sulawesi Tengah yang melibatkan unsur perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Forum ini difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual sebagai instrumen pendukung pembangunan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palu hadir secara langsung sebagai representasi institusi pendidikan tinggi yang memiliki perhatian serius terhadap pengembangan riset, inovasi, dan hilirisasi karya ilmiah. Kehadiran tersebut menegaskan posisi Universitas Muhammadiyah Palu sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mendorong transformasi akademik menuju kampus berbasis inovasi dan daya saing.

Dalam pelaksanaan kegiatan, sejumlah materi strategis dibahas, meliputi penguatan perlindungan hak cipta, paten, merek, desain industri, serta tata kelola kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam mempercepat proses legalisasi hasil penelitian agar memiliki nilai ekonomi, nilai guna, dan perlindungan hukum yang jelas.

Partisipasi Universitas Muhammadiyah Palu pada kegiatan tersebut sejalan dengan agenda pengembangan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, universitas terus mendorong peningkatan produktivitas penelitian dosen dan mahasiswa, termasuk penguatan luaran akademik yang memiliki potensi untuk didaftarkan sebagai kekayaan intelektual.

Penguatan budaya kekayaan intelektual dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan iklim akademik yang kompetitif dan produktif. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan penelitian ilmiah, tetapi juga memastikan hasil inovasi memperoleh perlindungan hukum sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Best Western Coco Kota Palu tersebut juga menjadi ruang strategis dalam memperluas jejaring kerja sama antarlembaga. Sinergi antara Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah dengan institusi pendidikan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum serta mendorong lahirnya inovasi lokal yang berdaya saing nasional maupun internasional.

Melalui keikutsertaan dalam forum strategis tersebut, Universitas Muhammadiyah Palu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya institusi dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, kreatif, dan inovatif di Sulawesi Tengah.

(HUMAS)