PALU — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menghadirkan mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, M.A., dalam kegiatan kuliah umum yang mengangkat tema “Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan”.

Kehadiran akademisi sekaligus pakar Al-Qur’an tersebut menjadi kesempatan bagi civitas akademika Unismuh Palu, khususnya mahasiswa, untuk memperluas wawasan mengenai kedudukan Al-Qur’an sebagai sumber nilai, pedoman kehidupan, sekaligus inspirasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di bidang Ushul Fiqh dan dikenal sebagai salah satu akademisi yang banyak mengkaji Al-Qur’an. Ia juga pernah dipercaya menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia ke-21 pada 10 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004, dalam Kabinet Gotong Royong di bawah kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Said Agil menekankan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab yang memiliki kedudukan penting bagi umat Islam dan mengandung petunjuk yang relevan dalam kehidupan manusia.

Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap ayat yang dipelajari, kata dia, semestinya dapat menjadi pedoman dalam membentuk sikap dan perilaku umat.

“Al-Qur’an adalah kitab yang paling sempurna dan wahyu yang paling lengkap. Kita dapat membuktikan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber pengetahuan yang terus berkembang,” demikian pokok pemaparan Prof. Said Agil dalam kuliah umum tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki manfaat yang luas dalam perjalanan perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk dalam bidang sastra, pemikiran, serta pengetahuan yang berkaitan dengan pengobatan.

Prof. Said Agil juga mengingatkan bahwa sejak dahulu Al-Qur’an pernah menghadapi berbagai tuduhan dari pihak-pihak yang meragukan sumber dan kebenaran wahyu tersebut. Al-Qur’an bahkan pernah dituduh sebagai sekadar cerita masa lalu atau sebagai perkataan yang tidak memiliki dasar kebenaran.

Namun, menurutnya, perjalanan sejarah menunjukkan bahwa Al-Qur’an tetap memiliki posisi penting bagi umat Islam dan terus dikaji dari berbagai perspektif.

Ia menegaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an hendaknya dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Berbagai persoalan yang dihadapi umat perlu dikembalikan kepada nilai-nilai Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan prinsip kehidupan.

“Al-Qur’an walaupun turun pada zaman dahulu, di tengah perkembangan teknologi seperti sekarang tetap memberikan isyarat dan petunjuk bagi kehidupan manusia,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Said Agil juga menyinggung kemudahan umat Islam dalam mempelajari dan membaca Al-Qur’an. Perkembangan metode pembelajaran dan teknologi, menurutnya, semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk anak-anak, untuk belajar membaca Al-Qur’an sejak usia dini.

Ia menyebut bahwa dengan metode pembelajaran yang tepat, anak-anak sejak tingkat sekolah dasar dapat diarahkan untuk mampu membaca Al-Qur’an. Perkembangan teknologi saat ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran tersebut.

Selain menjadi sumber petunjuk, Prof. Said Agil menekankan bahwa Al-Qur’an memiliki posisi penting dalam membangun tradisi keilmuan. Karena itu, mahasiswa sebagai generasi intelektual tidak cukup hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan keagamaan, tetapi juga perlu menggali nilai-nilai keilmuan, moral, dan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.

Ia mendorong mahasiswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi dapat diwujudkan dalam perilaku dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Unismuh Palu menyampaikan bahwa kuliah umum tersebut merupakan momentum penting bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh wawasan serta pengalaman langsung dari sosok akademisi yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang keislaman dan pemerintahan.

Menurut Rektor, kehadiran Prof. Said Agil di lingkungan Unismuh Palu diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus memperkaya wawasan akademik mahasiswa.

“Kuliah umum ini sangat penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan pedoman dalam menjalani kehidupan. Bagi para dosen, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menambah wawasan dan pengalaman dari Prof. Said Agil Husin Al Munawar,” ujar Rektor dalam sambutannya.

Ia berharap materi yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan yang didengar dalam forum akademik, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Unismuh Palu dalam menghadirkan ruang akademik yang mempertemukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan pengalaman praktis dari para tokoh nasional.

Melalui kuliah umum bertema “Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan”, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dan pedoman dalam kehidupan, sekaligus terdorong untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi.

(HUMAS)