Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-70 Tahun 2026 di sejumlah posko yang berada di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan Monev tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program kerja yang telah disusun mahasiswa dapat berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di masing-masing lokasi pengabdian.

KKN Angkatan ke-70 Unismuh Palu sendiri resmi dilepas pada 25 Juli 2026 dengan total 346 mahasiswa yang mengikuti berbagai skema KKN. Dari jumlah tersebut, terdapat mahasiswa yang ditempatkan di Kampus II Donggala dan Kampus III Parigi, selain peserta yang menjalankan pengabdian di wilayah lainnya. Pelaksanaan KKN berlangsung selama 45 hari.

Dalam pelaksanaan Monev di lapangan, tim dari universitas bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melihat secara langsung perkembangan program kerja mahasiswa, sekaligus mendengarkan laporan mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan, program yang sedang berjalan, serta berbagai kendala yang dihadapi selama berada di lokasi KKN.

Monev tidak hanya menjadi kegiatan evaluasi administratif, tetapi juga menjadi sarana untuk memastikan program pengabdian yang dilakukan mahasiswa benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan dampak positif.

Di wilayah Donggala, mahasiswa KKN menjalankan sejumlah program yang diarahkan pada penguatan pelayanan pemerintahan, literasi digital, serta pembinaan keagamaan dan karakter masyarakat.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah sosialisasi aplikasi Srikandi, yakni penyampaian informasi kepada masyarakat maupun perangkat pemerintahan mengenai pemanfaatan aplikasi resmi pemerintah dalam pengelolaan surat-menyurat dan kearsipan secara digital.

Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa turut membantu memperkenalkan pentingnya transformasi administrasi pemerintahan dari sistem konvensional menuju sistem digital. Pengelolaan surat dan arsip secara digital diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih tertib, efisien, mudah ditelusuri, dan terdokumentasi dengan baik.

Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi tanda tangan berbasis digital. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan aparatur mengenai perkembangan administrasi digital serta pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan publik.

Program lainnya yang dilaksanakan di Posko Donggala adalah Siswa Cinta Masjid. Program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran generasi muda agar lebih dekat dengan masjid dan menjadikan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendorong siswa untuk membiasakan diri melaksanakan ibadah secara tepat waktu, mengikuti pengajian, serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan keberadaan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter.

Sementara itu, mahasiswa KKN yang ditempatkan di wilayah Parigi Moutong juga aktif menjalankan sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa adalah membantu masyarakat dalam memeriahkan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, sehingga kehadiran mereka tidak hanya sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat selama berada di lokasi KKN.

Selain kegiatan sosial kemasyarakatan, mahasiswa juga melaksanakan program Cinta Masjid melalui kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan. Program tersebut menjadi upaya untuk mendorong anak-anak dan generasi muda agar memiliki kedekatan dengan masjid serta meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan dan sosial, mahasiswa KKN di Parigi juga memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi peserta didik di lingkungan sekolah.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi mengenai pergaulan bebas dan bullying. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya membangun pergaulan yang sehat, menjaga batasan dalam berinteraksi, menghargai sesama, serta menghindari tindakan perundungan yang dapat berdampak terhadap kondisi sosial dan psikologis korban.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari tindakan bullying maupun perilaku pergaulan yang dapat merugikan masa depan mereka.

Pelaksanaan Monev KKN Angkatan ke-70 menjadi momentum bagi universitas untuk melihat secara langsung sejauh mana program yang telah dirancang mahasiswa dapat direalisasikan di tengah masyarakat.

Setiap posko diberikan ruang untuk menyampaikan perkembangan program kerja sekaligus mengidentifikasi kegiatan yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan, mahasiswa bersama DPL dapat mencari solusi dan melakukan penyesuaian agar program tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

LPPM Unismuh Palu sebelumnya juga menegaskan bahwa Monev merupakan bagian penting dalam pelaksanaan KKN untuk memastikan program sesuai dengan rencana, selaras dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusi selama mahasiswa berada di lapangan. 

Kegiatan tersebut sejalan dengan tujuan KKN Unismuh Palu sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran langsung dalam membangun komunikasi, kepedulian sosial, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat.

Melalui berbagai program yang dijalankan di Donggala dan Parigi Moutong, mahasiswa KKN Angkatan ke-70 diharapkan mampu memberikan kontribusi yang nyata, baik melalui penguatan pelayanan berbasis digital, pendidikan karakter, pembinaan keagamaan, edukasi di lingkungan sekolah, maupun keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Monev ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Unismuh Palu untuk memastikan program pengabdian tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di setiap lokasi penempatan.

Dengan adanya evaluasi secara langsung, diharapkan seluruh mahasiswa KKN Angkatan ke-70 dapat terus meningkatkan kualitas program kerja hingga masa pengabdian berakhir, sekaligus meninggalkan manfaat yang dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.

(HUMAS)