PALU — Universitas Muhammadiyah Palu (UMP) kembali menyambut ratusan mahasiswa baru melalui kegiatan Masa Ta’aruf (Masta) Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung kebanggaan Universitas Muhammadiyah Palu, yakni Gedung Kita bersama Gedung Banua Kaili Rusdi Toana, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu dan jajaran pimpinan Universitas. Masta 2026 diikuti oleh 719 mahasiswa baru yang berasal dari seluruh program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palu, termasuk mahasiswa dari Fakultas Kedokteran. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lingkungan akademik, nilai-nilai kemuhammadiyahan, budaya organisasi, serta visi dan orientasi pendidikan tinggi kepada mahasiswa yang baru memasuki kehidupan kampus.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Prof. Rajindra, menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru agar menjadikan momentum memasuki perguruan tinggi sebagai awal dari perjalanan untuk mengembangkan potensi dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Teruslah berkarya di Universitas Muhammadiyah Palu. Kalian telah memilih perguruan tinggi yang tepat. UMP merupakan perguruan tinggi swastaterbaik di Sulawesi Tengah dengan akreditasi Baik Sekali, sehingga mahasiswa tidak perlu ragu untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan masa depannya di kampus ini,” pesan Rektor kepada para mahasiswa baru.

Lebih lanjut, Prof. Rajindra mendorong mahasiswa agar memiliki cita-cita yang tinggi. Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan identitas dan slogan kampus biru yang menjadi simbol Universitas Muhammadiyah Palu.

“Di kampus biru ini, kalian harus bercita-cita setinggi langit. Jangan membatasi diri dengan keadaan hari ini. Perguruan tinggi adalah ruang untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pesan tersebut diperkuat dengan keberadaan berbagai fasilitas pendidikan yang terus dikembangkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Kemegahan Gedung Kita bersama Gedung Banua Kaili Rusdi Toana menjadi salah satu gambaran dari komitmen UMP dalam membangun lingkungan akademik yang representatif bagi mahasiswa.

Bagi mahasiswa baru, keberadaan fasilitas tersebut bukan sekadar simbol pembangunan fisik kampus, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang diharapkan mampu mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul di Sulawesi Tengah.

Rektor mengingatkan mahasiswa baru agar aktif berorganisasi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan diri, namun tetap menempatkan perkuliahan. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan merupakan ruang yang baik untuk melatih kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan, sehingga keikutsertaan dalam organisasi hendaknya dilakukan secara seimbang dengan kewajiban akademik serta tetap mengikuti ketentuan dan aturan yang berlaku di perguruan tinggi.

Namun demikian, keterlibatan dalam organisasi harus tetap diimbangi dengan kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab akademik.

“Silakan berlomba-lomba masuk organisasi. Manfaatkan masa mahasiswa untuk belajar sebanyak-banyaknya, membangun pengalaman, dan mengembangkan kemampuan. Tetapi, tetap fokus pada studi. Organisasi dan akademik harus berjalan secara seimbang,” pesan Prof. Rajindra.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah H. Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.Ag.,dalam arahannya kepada mahasiswa baru turut menyampaikan bahwa kehadiran mereka di Universitas Muhammadiyah Palu merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk mempersiapkan generasi masa depan Muhammadiyah dan bangsa.

Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa baru UMP tahun 2026 memiliki momentum yang istimewa karena kampus tersebut dipersiapkan menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah pada November 2026. Dengan demikian, mahasiswa baru yang mengikuti Masta tahun ini memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan agenda penting Persyarikatan Muhammadiyah tersebut.

“Gedung yang kalian tempati hari ini dipersiapkan untuk pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah pada bulan November. Kalian menjadi salah satu mahasiswa yang akan merasakan dan menggunakan fasilitas ini sejak awal. Karena itu, patut bagi kalian untuk merasa senang, bangga, sekaligus memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai capaian pembangunan dan pengembangan Universitas Muhammadiyah Palu tidak terlepas dari kepemimpinan dan komitmen Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Prof. Rajindra, bersama seluruh sivitas akademika.

Keberadaan gedung representatif, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas akademik menjadi bagian dari proses panjang untuk menjadikan UMP sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi Muhammadiyah yang memiliki peran strategis di Sulawesi Tengah.

Masta 2026 dengan jumlah peserta 719 mahasiswa pada akhirnya bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi ruang awal untuk menanamkan kesadaran bahwa kehidupan perguruan tinggi merupakan proses pembentukan manusia secara utuh—baik dari aspek intelektual, karakter, kepemimpinan maupun kepedulian sosial.

mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga memiliki keberanian untuk bermimpi, kemampuan untuk berkarya, serta komitmen untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Dengan semangat kampus biru, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Palu diajak menjadikan masa studi sebagai kesempatan untuk belajar, berorganisasi, membangun jejaring, dan menciptakan karya. Sebab, perguruan tinggi pada hakikatnya bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik, melainkan ruang strategis untuk mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman.

Melalui Masta 2026, UMP menegaskan kembali komitmennya untuk melahirkan generasi berkemajuan dan berdampak generasi yang berakar pada nilai-nilai Muhammadiyah, unggul dalam keilmuan, matang dalam karakter, serta siap mengambil peran dalam pembangunan masyarakat, daerah, dan bangsa.

(HUMAS)